Home > Pikiranku > Cita-Citaku..

Cita-Citaku..

Bismillahirrahmanirrahim..

Sudah sekian hari ga kepikiran mau nulis apa.. ya sudah curhat saja..šŸ™‚

Waktu saya kecil, ketika TK atau SD, setiap ditanya cita-cita, jawabannya pengen jd dokter, krn emang cuma itu taunya sy, pas denger temen ada yg mau jd insinyur, paling-paling pada pengen jd insinyur pertanian.. dan saya pun ga tau apa itu insinyur.

Meningkat SMP, semakin bingung apa yg sebenarnya ingin saya lakukan di kemudian hari.. saya menjalani hari sebatas apa yang semestinya seorang anak sekolah lakukan.. jangankan milih universitas, milih sekolah SMA pun saya ga tau mau kemana? bahkan atas saran seorang guru-lah akhirnya saya memilih untuk sekolah di SMAN 2 Bandung.. sekolahnya yg mana pun ga tau, akhirnya berdua bersama bapak saya, kami pun mencoba mencari tau dimanakah SMAN 2 Bandung itu.

Dari ciparay mampir ke rumah paman di Bandung, lalu dari rumah paman kami naik angkot menuju jalan cihampelas.. saya lupa naik angkot apa, oh kalo tidak salah naik angkot caringin-sadangserang dan turun di wastu kencana.. di situ tertulis jl.cihampelas.. kami pun turun dan berjalan kaki menyusuri jalan cihampelas dari wastu kencana menuju SMUN 2 Bandung.. subhanallah, kirain deket, sampai-sampai kaki bapak saya jadi lecet karena bergesekan dengan kulit sepatunya.. itulah salah satu pengalaman menarik menuju cita-cita yang sampai detik itu pun sebenarnya masih belum jelas..

Akhirnya saya pun sekolah di sekolah tercinta, SMAN 2 Bandung.. betapa saya sebagai anak kampung, merasakan pengalaman berbeda & mendapat teman-teman yang wawasannya jauh di atas saya.. alhamdulillah.

Berbagai gejolak jiwa & rasa sebagai seorang remaja tak mau ketinggalan ikut menyertai perjalanan menuju cita-cita tersebut, bahkan sampai lulus SMA pun, sy masih bingung sebenarnya mau apa saya ini.. saran dari paman saya untuk kuliah kedokteran pun saya tidak lakukan krn saya kurang pandai menghafal, saran dari guru untuk masuk ke jurusan teknik pun saya acuhkan, akhirnya saya pun tertarik untuk masuk Jurusan Fisika di ITB, hanya karena penasaran, bukan karena cita-cita, karena tetap masih tak terbayang.

Ternyata, rasa penasaran itu pun terjawab.. bener, ternyata kuliah fisika emang ga gampang.. susah banget mau lulus..šŸ™‚ sebenarnya bukan karena mata kuliahnya, tapi gejolak jiwa yang terus berkecamuk karena cita-cita itu hampir tak pernah terbersit dalam benak.. kadang-kadang pengen jadi ilmuwan, tapi kayaknya ga cocok, kadang-kadang pengen jadi pengusaha, tapi kayaknya ga cocok juga..

Ternyata, cita-cita itu memang bagi saya hanya sempat terlintas beberapa kali, tapi tak pernah saya hiraukan.. ternyata cita-cita saya itu dari mulai sekolah sebenarnya selalu saya lakukan karena itu memang hoby saya..

Cita-cita saya ternyata sangatlah sederhana, asal mau, pasti bisa..

Akhirnya, beberapa menit yang lalu, sebelum huruf pertama dalam tulisan ini termuat.. saya pun meyakinkan diri apa sebenarnya yang ingin saya perbuat dalam hidup ini? lalu saya mencoba membayangkannya kembali.. beginilah ternyata bayangan yang selama ini jarang sekali saya hiraukan..

Saya berharap seluruh aktivitas saya bernilai da’wah & bermanfaat bagi masyarakat di sekitar saya.. syukur-syukur sampai mendunia.. amin
yang terbayang oleh saya, saya, anak & istri punya sebuah rumah di sebuah desa di sebuah kompleks pesantren, disitu ada beberapa ekor kambing, kolam ikan, tanaman kebun yang segar..
setiap hari saya mengajar di pesantren tersebut dengan bekal ilmu yang saya miliki, mungkin bukan ilmu agama, tetapi sebisa mungkin tak mengharap imbalan apapun.. karena susu segar dari kambing tiap pagi, ikan yang bisa diambil kapan saja, padi hasil panen kemarin & sayur mayur dari halaman belakang cukup untuk hidup saya, anak & istri..
lalu anak-anak saya pun cukup bersekolah di pesantren itu & menjadi teladan bagi ummat.. teladan bagi generasinya & generasi yang akan datang.. menjadi penerang dalam kegelapan & menjadi solusi dalam setiap permasalahan.. amin yaa robbal’alamin.

Semoga siapapun yang membaca “curhat” saya ini, bisa mendoakan saya dalam meraih cita-cita yang baru saja saya sadari.. dan semoga memudahkan saya, anak & istri dalam menjalaninya, & semoga cita-cita saya ini terbaik menurutNya.. Amin.

Categories: Pikiranku Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: